Selasa, 23 Juli 2013

Mari Kita Bangun Moral Politik!



Sejak kelahirannya Partai Bulan Bintang (PBB) telah menunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lin 'alamin, rahmat bagi alam semesta. Bagi kami, Keluarag Besar Partai BulanBintang, Islam adalah petunjuk universal bagi umat manusia untuk menata kehidupan yang lebih baik bagi semua umat manusia. Dengan petunjuk universal itu, kami berijtihad memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara Republik Indonesia. Karena itu, selain Islam, kami semua adalah juga Nasionalis sejati yang setia dan siap membela kepentingan bangsa dan Negara. Kami sepenuhnya sadar bahwa Islam yang berwajah damai dan toleranlah yang harus dikedepankan. Kami menjauhi kekerasan dan sikap intoleran.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa bangsa kita adalah bangsa majemuk, terdiri atas berbagai suku, adat, bahasa dan memeluk agama yang berbeda. Kemajemukan kami yakini sebagai rahmat. Karenanya, kita wajib saling menghormati dan menghargai perbedaan masing-masing. Kami berkeyakinan, sampai kiamatpun kemajemukan itu akan tetap ada. Semua itu adalah kehendak dari Allah Yang Maha Kuasa.

Terhadap kemajemukan itu, kami mengajak untuk kembali kepada firman Allah Subhanahu wa Taala, agar kita mecari “kalimatin sawa' bainana sa bainahum”. Artinya kita mencari common platform yang kita sepakati untuk dijadikan landasan bersama dalam membangun bangsa dan negara yang majemuk. Kami menerima Pancasila sebagai landasan falsafah bernegara kita, yang kami yakini sebagai “kalimatin sawa' bainana wa bainahum”. Kami meyakini bahwa lima dasar dalam Pancasila adalah sejalan dengan ajaran-ajaran Islam. Lima dasar itu juga dapat diterima oleh agama-agama lain.

Kami mengajak marilah kita membangun sebuah moral politik bersama yang dilandaskan kepada lima dasar Pancasila itu. Suatu bangsa hanya akan menjadi bangsa yang besar kalau mereka memiliki komitmen moral yang tinggi dan menjadikan hukum sebagai norma perilakunya. Kami berkeyakinan, kalau kita berpegang teguh kepada fondasi moral yang kokoh, bangsa ini akan selamat dan maju melangkah ke depan. Sebaliknya, keruntuhan moral sebuah bangsa, akan menyebabkan keruntuhan bangsa dan negara itu secara keseluruhan. kebenaran harus diungkapkan, dan kami telah tunjukkan sikap dan perbuatan kami.

Kami mengajak mari kita kedepankan rasionalitas dan persaudaraan dalam memecahkan persoalan-persoalan bangsa, dan menjauhkan emosi serta kebencian. Tetaplah kita berpegang kepada adab dan kesopanan untuk menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang berpekerti mulia dan beradab dan bahwa normalah yang menuntun perilaku, karena menyangkut hal-hal mendasar.

Demikian tulisan singkat ini. Semoga menjadi bahan renungan bagi kita bersama.

Minggu, 07 Juli 2013

PBB Tugaskan Caleg Aktif Sambangi Konstituen





Nunukan – Pengurus DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Nunukan menugaskan para calegnya di seluruh dapil untuk lebih aktif turun menyapa masyarakat. Hal itu menjadi salah satu tujuan utama dalam rangka upaya meraih simpatik masyarakat.
Penugasan itu terkait dengan strategi pemenangan pemilu, juga beberapa perkembangan informasi kalau saat ini masyarakat jarang mendapatkan sosialisasi dari para caleg.
PBB tidak menargetkan perolehan  kursi parlemen di DPRD, tapi akan terus berupaya untuk menjadi pemenang di Kabupaten Nunukan. Hal itu akan bisa terpenuhi bila para caleg PBB saling bekerjasama memenuhi kepentingan target itu.
"Penugasan ini juga tugas resmi caleg untuk mulai aktif melakukan konsolidasi di kabupaten, kecamatan, dan ranting" terang Gazalba Tahir Humas DPC PBB Kab.Nunukan.
Dia juga mengatakan bahwa kerjasama antarcaleg akan menghindarkan "saling bunuh" antarcaleg PBB di sebuah dapil. Untuk itu, PBB sudah memberikan arahan agar masing-masing caleg berkonsentrasi membina kelompok masyarakat tertentu, yang tentunya berjumlah banyak di sebuah dapil.
"Jadi harus ada konsentrasi masyarakat binaan dari masing-masing caleg. Satu dapil itu akan dibagi (konsentrasi wilayah binaannya," jelasnya.

Rabu, 03 Juli 2013

Menuju Senayan Syamsul dapat Dukungan Petani dan Nelayan.


NUNUKAN – Satu-satunya putra daerah Kabupaten Nunukan yang menjadi calon anggota DPR RI adalah Syamsul Bahri.  Pemuda yang akrab disapa Bang Syamsul  orangnya low profile, sederhana,  jujur, bersih dan tipe pejuang, tidak mau diam jika melihat sesuatu yang tidak benar, terutama dibidang komunikasi dan informasi yang terkait dengan informasi pembangunan daerah perbatasan.
Dia itu banyak mengetahui permasalahan di Kabupaten Nunukan yang ada di beranda NKRI perbatasan dengan negeri jiran Malaysia. Wawasan beliau itu luas, energik, kalau masalah orgnisasi dan kepemimpinan, beliau memang kenyang pengalaman dalam berorganisasi, dan  lebih mementingkan musyawarah mufakat.
Sekretrais DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Nunukan ini mendapatkan dukungan banyak petani maupun kelompok tani yang memang menyatakan dukungannya jika dirinya mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI. Kemajuan bidang pertelekomunikasian khususnya radio di Kabupaten Nunukan, tidak lepas dari tangan dingin dan perjuangannya. Maklum saja dialah pendiri stasiun  radio swasta pertama di Kabupaten Nunukan yang diberi nama Radio Maroni.
Soal kedekatannya dengan petani dan nelayan , jangan ditanyakan lagi. Karena dia adalah Sekretaris Kelompok Tani Nelayan Andalan “Kami para petani dan nelayan menganggap beliau sebagai bapaknya petani dan nelayan. Kami akan berjuang dan berusaha dengan keras agar Syamsul bisa melenggang di Senayan, kata Hasanuddin salah seorang nelayan di pulau Sebatik.
Santun dan berwibawa, itulah yang terlihat jelas ketika wartawan Koran Harian Radar Nunukan melakukan wawancara khusus dengannya di Markas DPC Partai Bulan Bintang.
Meski terlihat sangat sibuk, namun Bang Syamsul ini masih sempat meluangkan waktunya untuk sekedar berbincang-bincang.
Pria yang lahir di Nunukan , 41 tahun yang lalu atau tepatnya tanggal 25 Agustus 1972 ini patut dijadikan contoh oleh para pemuda khusunya pemuda Kabupaten Nunukan. Karena, meskipun masih terbilang muda, namun di dalam dunia organisasi, Bang Syamsul ini sudah tidak diragukan lagi kepiawainnya.
Awal terjun di dunia organisasi, Bang Syamsul ini sudah mendapatkan mandat kepercayaan untuk menjadi Sekretaris Gapensi. Karena kerjanya yang dinilai sangat baik di kepengurusan Gapensi, kemudian pada tahun 2005 Bang Syamsul ‘dipinang’ Pengurus DPC PBB untuk bergabung Kepengurusan DPC PBB dan menjabat Wakil Sekretaris.
Menurut Bang Syamsul, alasan dirinya bergabung di dunia politik, karena dari sanalah banyak sekali manfaat positif yang didapat, seperti wawasan bertambah dan mental untuk menjadi pemimpin semakin tertempa.
“Banyak ilmu yang kita dapat di dalam dunia politik, baik itu untuk menempa mental, serta menambah wawasan kita semakin tinggi. Nah ilmu-ilmu ini yang tidak diajarkan di sekolah,” terang Sekretaris KTNA Nunukan ini.
Oleh karena itulah, Bang Syamsul yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Nunukan ini mengharapkan kepada seluruh pemuda, khususnya  pemuda Sumatera Selatan untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, yang bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Nunukan dan juga Propinsi Kaltara yang baru saja dimekarkan menjadi provinsi yang terdepan di beranda Republik Indonesia ini.
“Pemuda adalah genarasi bangsa kedepan, yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itulah perlu ditumbuhkan lagi di dalam jiwa-jiwa para pemuda tentang wawasan dan pengetahuan kebangsaan yang kuat, melalui pendidikan formal dan informal,” terang Pendiri Barisan Anak Bangsa ini.
Ketika ditanya, bagaima rasa percaya diri untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI? Bang Syamsul menerangkan, bahwa ada tanggung jawab atas perjuangan Ketua DPC PBB Kab.Nunukan Nardi Azis yang harus dibuktikan. Bahwa dengan perjuangan Ketua DPC sehingga satu-satunya putra Nunukan yang dicalonkan sebagai anggota DPR RI adalah saya dan kesempatan ini jangan sampai kita sia-siakan.
Tekad memperjuangkan wujud pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi serta kesajteraan masyarakat yang ada di bagian utara Kalimantan ini adalah bagian dari impiannya.
Dirinya juga berharap banyak kepada masyarakat untuk mendukung sepenuhnya apa yang menjadi cita-citanya tersebut sebagai wujud cita-cita mulia untuk mensejahterakan kehidupan rakyat di daerah perbatasan ini, tentunya  melalui doa yang tiada henti saya panjatkan kepada Allah SWT agar apa yang telah dilakukan membuahkan hasil yang maksimal dan di ridhoi oleh Allah SWT. *Gazalba Tahir

Jumat, 28 Juni 2013

Sumber Liputan6.com

28 Juni 2013 | 14:24:28

Yusril: Capres Ideal Berlatar Belakang Hukum

oleh Edward Panggabean 
 
Posted: 28/06/2013 11:15
Yusril: Capres Ideal Berlatar Belakang Hukum
Yusril Ihza Mahendra (Liputan6.com/Andrian M Tunay)
Liputan6.com, Jakarta : Pemilu 2014 semakin dekat. Sejumlah tokoh dengan latar belakang beragam mencuat untuk digadang-gadangkan sebagai calon presiden (capres). Dari berbagai latar belakang, capres yang ideal adalah yang berlatar belakang hukum. Demikian yang disampaikan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

"Militer aktif saja tanpa hukum tak bisa berbuat apa-apa. Saya pengalaman ketika negara menghadapi kasus pelanggaran HAM berat dan kasus bom Bali. Setelah ada dasar hukum, baru militer dapat bertindak. Tanpa dasar hukum, tindakan militer adalah kesewenang-wenangan," kata Yusril kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) itu menambahkan, dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit ditegaskan, kesetiaan militer kepada Undang-Undang Dasar. Tindakan militer yang berada di luar hukum tetap harus diadili.

"Ini menunjukkan bahwa hukum di atas segala-galanya," ujar dia.

Dia menambahkan, kerusakan sebuah negara berawal dari ketidakpatuhan penyelenggara negara dan rakyatnya terhadap hukum. Negara harus menciptakan hukum yang adil dan rasional serta menegakkannya dengan konsisten terhadap siapapun.

"Karenanya, persoalannya kini bukanlah pemimpin berlatar belakang militer atau sipil, tapi pemimpin yang mau menegakkan hukum dengan adil," ungkap Yusril.

Dengan hukum yang adil dan ditegakkan dengan konsiten, negara akan tertib, kuat dan maju. Kemakmuran takkan pernah terwujud jika hukum tidak adil dan tidak menjamin kepastian.

"Pembangunan ekonomi takkan berhasil tanpa hukum yang kuat. Saya mengajak segenap komponen bangsa, 'Ayo perkuat hukum negara ini!' Jangan negara ini rusak binasa karena kesalahan kita mengelolanya," tutup Yusril. (Riz/Ism

Kamis, 27 Juni 2013

Sumber : menits.com

Survei : 14 Nama Capres Miliki Keberpihakan Pada Rakyat

Posted on 26 Jun 2013. Hits : 250

Hasil studi kualitatif dari lembaga survei Lingkar Studi Perjuangan (LSP) menilai ada 14 nama calon presiden yang dinilai memiliki keberpihakan kepada rakyat.

"Studi yang kami lakukan secara kualitatif dengan mengukur gagasan dan pemikiran para calon presiden dalam menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat seperti isu kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak)," kata peneliti LSP Gede Sandra, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Gede Sandra menurutkan, ke-14 nama figur calon presiden tersebut muncul dari 36 nama calon presiden yang sebelumnya sudah dilakukan studi kualitatif terhadap integritas dan kompetensi.

Dari 36 nama figur calon presiden, kata dia, ada nama yang memenuhi dua kriteria dan ada nama yang hanya memenuhi satu kriteria.

"Ketika saat ini dilakukan studi kualitatif terhadap keberpihakan pada rakyat, hanya tinggal 14 nama yang muncul dari 36 nama figur calon presiden," katanya.

Gede menjelaskan, ke-14 nama tersebut meliputi, Aburizal Bakrie Hidayat Nur Wahid (integritas), dan Joko Widodo (integritas).

Kemudian, Jusuf Kalla (kompetensi), Mahfud MD (integritas dan kompetensi), Megawati Soenarnoputri (kompetensi), Rizal Ramli Hamengku Buwono (integritas), serta Yusril Ihza Mahendra (kompetensi).

Gede Sandra menjelaskan, keberpihakan kepada rakyat adalah aspek yang sangat penting bagi figur calon presiden sebagai bekal untuk memimpin bangsa Indonesia.

"Calon pemimpin nasional, tidak cukup hanya memiliki kompetensi dan integritas, tapi harus dilengkapi dengan komitmen keberpihakan kepada bangsa dan negara," katanya.

Menurut dia, pada studi kualitatif keberpihakan figur calon presiden kepada rakyat dengan mengukur gagasan dan pandangannya dalam menyikapi persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat pada saat ini, terutama isu kenaikan BBM.

LSP mengukurnya dengan mencermati berita-berita yang dimuat di media online selama sebulan, pada pertengahan Mei hingga pertengahan Juni, dengan nara sumber para calon presiden.

Gede menambahkan, dari 14 nama calon presiden tersebut, satu nama mendapat predikat sangat baik yakni Rizal Ramli, tiga nama mendapat predikat baik yakni Din Syamsuddin, Megawati Soekarnoputri, dan Yusril Ihza Mahendra.

Kemudian, lima nama mendapat predikat sedang yakni Endriartono Sutarto, Hidayat Nur Wahid, Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD.(ris/ant)


Pemimpin 2014 : Militer atau Sipil

Banyak yang masih berharap tokoh berlatar belakang militer yang memimpin bangsa dan negara ini 2014 mendatang. Apapun latar belakang yang memimpin, hukumlah yang harus berada di paling depan. Militer aktif saja tanpa hukum tak bisa berbuat apa-apa.

Saya pengalaman ketika negara menghadapi kasus pelanggaran HAM berat dan kasus Bom Bali. Setelah ada dasar hukum, baru militer dapat bertindak. Tanpa dasar hukum, tindakan militer adalah kesewenang-wenangan.

Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menegaskan kesetiaan militer kepada Undang-Undang Dasar. Tindakan militer yang berada di luar hukum tetap harus diadili. Ini menunjukkan bahwa hukum di atas segala-galanya.

Kerusakan sebuah negara berawal dari ketidakpatuhan penyelenggara negara dan rakyatnya terhadap hukum. Negara harus menciptakan hukum yang adil dan rasional serta menegakkannya dengan konsisten, terhadap siapapun. Karenanya, persoalannya kini bukanlah pemimpin berlatar belakang militer atau sipil, tapi pemimpin yang mau menegakkan hukum dengan adil.

Dengan hukum yang adil dan ditegakkan dengan konsiten, negara akan tertib, kuat dan maju. Kemakmuran takkan pernah terujud jika hukum tidak adil, tidak menjamin kepastian. Pembangunan ekonomi takkan berhasil tanpa hukum yang kuat.

Saya mengajak segenap komponen bangsa: Ayo perkuat hukum negara ini! Jangan negara ini rusak binasa karena kesalahan kita mengelolanya.

Selasa, 25 Juni 2013

PBB Punya Strategi untuk Menangi Pemilu di Nunukan



Foto : Imral Gusti. Ketua KAPPU DPC PBB Kab.Nunukan

Nunukan – Pengurus DPC  Partai Bulan Bintang (PBB) Kab.Nunukan  mengakui, Pemilu 2014 merupakan tantangan berat yang harus dihadapin Oleh sebab itu, PBB pun mempersiapkan taktik dan strategi khusus guna memenangkan pertarungan dalam Pemilu 2014 mendatang, khsusunya di Kabupaten Nunukan.
"Namanya strategi atau taktik itu, kan internal. Dapur itu. Kalau dapur, itu kan tidak bisa disampaikan ke luar. Nanti bumbunya ketahuan orang-orang," kata Sekretaris DPC PBB Syamsul Bahri, di sela-sela kegiatan Silaturahmi dan Pembekalan Caleg beberapa waktu lalu
Namun, Syamsul yakin PBB dapat berkompetisi dengan baik dan memenangkan Pemilu 2014, meski semua partai politik (parpol) adalah lawan berat. Menurunnya Popularitas PBB saat ini di mata masyarakat tetap baik.
"Tahun 2009 lalu, kami  mendapatkan 10 kursi di DPRD Kab.Nunukan," tutur Syamsul yang juga nyaleg  di DPR RI itu.
Hal senada dikatakan oleh Ketua KAPPU  DPC PBB Kab.Nunukan, Imral Gusti. Dia mengakui, pemilu kali ini merupakan tantangan terberat bagi Partai Bulan Bintang. Menurutnya, jika pada 2009  PBB menjadi Pemenang Pemilu di Kab.Nunukan, maka adalah kewajiban bagi kita kader dan simpatisan untuk mempertahankannya.
"Ini adalah tugas serius buat kita. Makanya, seluruh kader harus siap bertarung memenangkan Pemilu 2014. PBB punya 1 caleg DPR RI dan 2 caleg DPRD Propinsi dan 25 Caleg Kabupaten  potensial yang akan bertarung di pemilu nanti," kata Imral.
Seluruh kader dan caleg PBB, lanjut Imral, tidak perlu risau dan pesimis melihat kondisi partai saat ini. DPC PBB Kab.Nunukan  sendiri menurutnya telah melakukan sejumlah langkah guna menghadapi pemilu mendatang. Di antaranya yakni dengan melakukan restrukturisasi organisasi partai, menyusun pola organisasi, sekaligus memetakan wilayah "peperangan".
"Tidak perlu risau, karena kita bekerja giat dan serius," tutur Imral. "Siapkan mental dan psikis yang baik. Setelah itu, siapkan strategi dan taktik penggalangan," sambungnya, sembari berpesan kepada setiap caleg untuk fokus bekerja, melakukan upaya penggalangan dukungan di daerah pemilihannya masing-masing.
Dengan kerja serius yang kita lakukan secara bersama, maka sasaran dan tujuan yang akan kita capai dapat diwujudkan. “ Tujuan kita tidak akan berakhir di Pemilu 2014 nanti, tapi akan berlanjut di Pemilukada 2016 yang akan datang. 2014 untuk nomor 14 menuju 2016,”pungkasnya. *Gazalba Tahir

Sumber : http://politik.kompasiana.com

Jokowi Tolak Ical dan Soekarno Muda Diusung Parpol Islam

Foto : Yusril Ihza Mahendra, Bersama Karel Sompoton Angt Fraksi Bulan Bintang DPRD Kab.Nunukan



Joko Widodo menempati urutan pertama sebagai calon presiden nomor 1 di Indonesia. Untuk itu Golkar berniat memasangkan Jokowi dengan Aburizal Bakrie sebagai pasangan calon wakil presiden untuk Pemilu Presiden 2014. Alasan Golkar masuk akal mengingat elektabilitas ARB memang selalu berkisar 10%-an. Angka yang riskan jauh di bawah calon lain. Golkar pun diyakini pasti mampu mengusung calon dengan parpol gurem mana saja berbasis Islam - hal yang sama yang akan dilakukan PDIP.
Sementara untuk maju sebagai calon presiden diperlukan partai pengusung. Jokowi tak akan bisa maju sebagai calon presiden karena Megawati sudah menghalangi di depan pintu kandang PDIP. Nah, Golkar berpikir untuk menarik Jokowi. Namun yang mengejutkan Jokowi menolak dipasangkan dengan Ical. Jawabannya pun pendek: Ogah! Apa alasannya?
Alasan pertama tentang rekam jejak Ical sendiri kemungkinannya. Kemungkinan kedua tentang respek Jokowi terhadap PDIP dan Gerindra yang telah membesarkannya. Alasan ketiga memang Jokowi akan menuntaskan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ide dan tentang keinginan Golkar mengusung Jokowi - meski melalui pengenalan lewat survey - menunjukkan krisis calon presiden berkualitas - baik dari parpol sekuler maupun Islam, menunjukkan Publik semua tahu calon parpol sekuler Mahfud MD, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Wiranto, Ical, Dahlan Iskan, Megawati, Suryo Paloh - yang tengah digembosi Hanura dan Hary Tanoesoedibjo, semuanya dikenal oleh masyarakat. Yang mencengangkan adalah justru parpol Islam tak memiliki calon yang pantas dan laku dijual ke publik. Kenapa?
Semua parpol Islam - yang berbasis atau dipersepsikan publik atau mengaku Islam - tidak satu pun memilki calon yang berkualitas dan laku dijual ke publik. PAN mencalonkan Hatta Rajasa hasil surveinya tak beranjak dari angka 2.1 %. PKB mencalonkan Rhoma Irama hasil polling menunjukkan angka lumayan 8 %. PPP mencalonkan Suryadharma Ali rekor pencapaian jajak pendapat tak lebih dari 0,3 %. PKS mencalonkan HNW dengan hasil kepopuleran 6 %. Angka-angka dari berbagai jajak pendapat menunjukkan parpol Islam tak mampu menarik dan menonjolkan calon presiden yang berkualitas. Apakah penyebabnya?
Pertama, Parpol Islam adalah parpol idealisme agama yang berdasarkan moralitas agama sebagai landasan kepura-puraan dalam menjalani kehidupan politik. Langkah pilih-memilih calon selalu dihubungkan dengan tingkah laku sempurna para calon presiden yang akan diusung - sementara para elite parpol Islam sama tingkah polah buruknya dengan parpol sekuler dan nasionalis. Nah, calon presiden yang memenuhi criteria parpol Islam adalah calon internal partai saja - yang jelas tidak popular. Siapa yang akan memilih misalnya Suryadharma Ali sebagai presiden, misalnya?
Kedua, Parpol Islam tak mampu menawarkan apapun untuk mengerek elektabilitasnya karena partainya kecil dan kekurangan dana. Zaman sekarang tak akan berlaku menjadi presiden berdasarkan doa, istoghosah, tirakat di dalam gua, atau bahkan minta bantuan dan petunjuk dukun. Capres idaman seperti Jokowi, Mahfud MD, Jusuf Kalla.
Nah, di tengah kemiskinan calon presiden yang dialami oleh Parpol Islam, lahirlah Soekarno Muda, Bung Yusril Ihza Mahendra. Dengan mengusung capres berintegritas seperti Bung Yusril - daripada mengusung capres belepotan masalah seperti Hidayat Nur Wahid yang tak laku, atau Anis Matta yang disebut terlibat kasus korupsi - maka partai Islam akan memiliki kemungkinan memenangkan pertarungan menjadikan parpol Islam sebagai pemenang Pilpres 2014. Selamat datang Bung Soekarno Muda: Yuzril Ihza Mahendra.
Salam bahagia ala saya.